Kolapsnya Eriksen Bisa Jadi Karena Padatnya Jadwal Pertandingan di Musim ini
Christian Eriksen yang sempat mengalami kolaps di pertandingan melawan Finlandia. Sumber foto: bola.okezone.com
POKER HULK - Kolapsnya pemain Christian Eriksen ketika dirinya membela Timnas Denmark di Piala Eropa 2020 telah menimbulkan kritikan kepada otoritas dunia sepakbola, yang telah dianggap abai terhadap kondisi kesehatan pemain.
Adalah Asmir Begovic, kiper milik klub Bournemouth dan Timnas Bosnia-Herzegovina yang telah mengungkapkan hal demikian. Mantan pemain Chelsea dan AC Milan ini juga merasa saat ini jadwal kompetisi sudah terlalu padat apalagi seperti dipaksa bermain untuk menutupi jadwal yang hilang di tahun kemarin gegara pandemi.
Tanpa ada jeda yang cukup untuk pemain beristirahat, kelelahan hebat bisa saja melanda pemain. Meski tidak menyebut nama Eriksen, pernyataan Begovic telah diyakini merujuk pada apa yang menimpa gelandang Inter Milan itu.
"Kesehatan dan kesejahteraan pemain saat ini sudah diabaikan sejak lama. Terus mendorong adanya pertandingan yang akan lebih banyak di masa periode yang padat hanya akan menimbulkan sebuah masalah kesehatan yang lebih pelik untuk para pemain," tulis Begovic di akun media sosialnya.
"Semoga para pengambil keputusan akan memperhatikan ini kedepannya," tutupnya.
Jadwal kompetisi di musim 2020/21 yang memang terbilang sangat padat. Adanya Piala Eropa di penghujung musim telah membuat jadwal pertandingan dibuat sedemikian rupa agar jeda antara berakhirnya kompetisi di Eropa dan dimulainya Euro 2020 tidak terlalu mepet.
ini juga telah disebabkan adanya pandemi COVID-19 yang terjadi di tahun lalu, yang sempat membuat kompetisi di sejumlah negara besar Eropa pada musim 2019/20 harus tertunda sekitar 2-3 bulan, dan baru bisa dilanjutkan pada bulan Mei-Agustus tahun lalu.
Akibatnya, jeda musim 2019/20 dan 2002/21 sangat begitu mepet, yakni hanya sekitar sebulan, termasuk pramusim. Padahal, biasanya ada jeda antara 2-3 bulan antara musim yang satu dengan yang berikutnya.
Kondisi tersebut lah yang membuat pemain saat ini telah rentan cedera akibat kelelahan. Belum lagi ada banyak pemain yang terkena virus COVID-19. Masalah ini dikeluhkan oleh Pep Guardiola dan Jurgen Klopp di Liga Inggris musim lalu.
Cuitan Begovic saat ini telah diyakini diarahkan kepada UEFA dan FIFA, yang di satu sisi dianggap hanya mementingkan keuntungan semata dengan mereka tetap menggulirkan wacana menambah jumlah pertandingan di sejumlah turnamen miliknya, mulai dari Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, hingga keinginan untuk mengadakan Piala Dunia dua tahun sekali.
Eriksen yang saat itu kolaps di akhir babak pertama pertandingan penyisihan Grup B antara Denmark vs Finlandia di Kopenhagen, hari Sabtu (12/6/2021). Ia juga sempat mendapat perawatan CPR di lapangan, sebelum akhirnya dirinya sadar dan dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga kini belum masih belum ada penjelasan medis resmi penyebab kenapa bisa terjadi kolaps kepada Eriksen di lapangan, meski berdasarkan kasus yang pernah terjadi di masa lalu dan juga dari perawatan darurat yang telah didapat, ia juga diduga telah mengalami problem jantung.
Belum ada penjelasan yang pasti penyakit apa yang telah menyerang Eriksen disebabkan faktor kelelahan tubuhnya, walau faktanya ia telah bermain sebanyak 65 pertandingan sejak bulan Juni 2020 hingga Juni 2021, merujuk Transfermarkt, 51 di antaranya bersama Inter dan sisanya dengan Denmark.


Posting Komentar
0 Komentar