Polri sebut 13 Terduga Teroris Riau Adalah Anggota JI


Ilustrasi, sumber foto: KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI via Tribun Jogja


Poker Hulk - Polri menyatakan 13 terduga teroris yang ditangkap oleh Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Riau adalah anggota jaringan Jemaah Islamiyah (JI). Namun, polisi belum menjelaskan secara rinci keterlibatan 13 teroris dalam bom Makassar itu.


"Jaringan teroris JI," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi, Selasa (15/6/2021).


Densus tangkap 13 terduga teroris di Riau


Sebagai informasi, Densus 88 Antiteror Polri kembali menangkap 13 terduga teroris di Riau. Penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Maret lalu.


"Jumlah 13 orang di wilayah Provinsi Riau," kata Ramadhan saat dihubungi, Senin 14 Juni 2021.


Densus 88 tangkap 11 terduga teroris di Merauke


Sebelumnya, Densus 88 juga telah menangkap 11 terduga teroris dari jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) di Merauke, Papua. Mereka terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Makassar.


"Beberapa barang bukti yang ditemukan ada senjata api, panah, kemudian juga ada beberapa cairan yang masih dalam pendalaman yang kita temukan di sana," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Senin 31 Mei. 2021.


Dari temuan tersebut, penyidik ​​Densus 88 langsung melakukan pemeriksaan terhadap cairan yang ditemukan. Pasalnya, puluhan teroris diduga melakukan aksi pengeboman di beberapa titik di Merauke.


"Masih kita dalami apakah cairan itu, apa isinya, cairan maupun ada beberapa peralatan lain bahan kimia yang ada di sana yang ditemukan," kata Argo.


Terduga teroris merencanakan aksi teror di gereja sampai Satlantas Merauke


Argo mengatakan 11 terduga teroris itu tergabung dalam sebuah telegram yang mengandung unsur radikal. Mereka juga telah bersumpah setia atau baiat kepada ISIS.


“Yang bersangkutan itu merencanakan aksi teror di gereja, Polres, dan Satlantas Merauke. Sasarannya itu, melakukan aksi teror," kata Argo.


Dari penangkapan tersebut, Densus 88 terus mengembangkan kasus dan terus memburu teroris yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.


“Tentunya dengan adanya hal tersebut dari penyidik Densus 88 saat ini sedang intensif memeriksa. Tentunya memeriksa itu tidak sekaligus selesai, tentunya masih ada teknis dan taktik dari Densus biar yang bersangkutan memberikan keterangan yang terus terang, " ucap Argo.


Posting Komentar

0 Komentar