Jubir Satgas COVID-19 sebut Kudus Sebagai Penyumbang Kasus Terbanyak

 

Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock

POKER HULKJuru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, ada 25 kabupaten/kota yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus virus corona di tingkat provinsi. Menurut Wiku, kabupaten/kota yang memberikan kontribusi terbesar adalah Kudus, Jawa Tengah.

“Pertama Jawa Tengah. Dikontribusikan oleh Kudus ini naik jauh dari 100 persen yaitu naik 7.594 persen. Jepara naik 685 persen, Sragen naik 338 persen, Kota Semarang naik 193 persen dan (Kabupaten) Semarang naik 94 persen," kata Wiku dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 9 Juni 2021.

Penyumbang kasus terbesar di Kepri adalah Batam

Selain itu, ada juga lima kabupaten/kota di Kepulauan Riau yang memiliki kontribusi kasus COVID-19 yang tinggi. Wiku menyebutkan lima kabupaten/kota yang memberikan kontribusi terbesar adalah Kota Batam yang kasusnya naik 257 persen, Karimun naik 116 persen, Natuna naik 100 persen, Bintan naik 81 persen, dan Tanjung Pinang naik 13 persen.

"Yang ketiga adalah Sumatra Barat. Dikontribusikan oleh Pasaman Barat naik sebesar 157 persen, Agam naik 151 persen, Solok naik 128 persen, Dharmasraya naik 125 persen, dan Kota Padang naik 75 persen," jelasnya.


Kontributor kasus terbesar di Jawa Barat adalah Ciamis dan DKI dari Jakarta Selatan

Sementara di DKI Jakarta, kasus COVID-19 terbanyak berasal dari Jakarta Selatan dengan peningkatan kasus 92 persen, Jakarta Timur naik 67 persen, Jakarta Pusat naik 57 persen, Jakarta Utara naik 43 persen, dan Jakarta Barat naik 42 persen.

"Serta Jawa Barat, yang dikontribusikan oleh Ciamis naik 700 persen. Kemudian Bandung naik 261 persen. Selanjutnya, Cianjur naik 188 persen, Karawang naik 152 persen , dan Cirebon naik 115 persen," jelas Wiku.


Wiku imbau kepala daerah segera tangani COVID-19 di 25 kabupaten/kota ini

Wiku menghimbau kepada 25 kabupaten/kota sebagai penyumbang kasus COVID-19 terbanyak selama tiga pekan terakhir, agar tidak terlambat dalam mengatasi pandemi di wilayahnya.

“Untuk itu, mohon kepada seluruh bupati dan wali kota dari seluruh kabupaten/kota ini, untuk segera memperbaiki penanganan COVID-19 di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Posting Komentar

0 Komentar